Jumat, 19 Desember 2008

Jenis wakaf

Dalam buku-buku fiqh, wakaf terbagi menjadi dua, iaitu wakaf keluarga (waqf al-ahli) dan wakaf kebajikan (waqf al-khairi). Namun pembagian ini mengalami penambahan dalam konteks pelaksanaan di lapangan.
a) Wakaf keluarga (waqf al-ahli)
Dalam wakaf jenis ini, manfaat harta wakaf diberikan kepada keturunan Wakif seperti anak, cucu dan sebagainya. Biasanya penerima wakaf telah ditetapkan menurut ketentuan syarat yang dibuat Wakif. Dari segi syariah, wakaf jenis ini dianggap sah. Sebagai contoh seorang mewakafkan buku untuk anak-anaknya yang dapat mempergunakan, kemudian kepada cucu-cucunya dan seterusnya. Masalah yang mungkin timbul adalah apabila diantara anak-cucu keturunan Wakif tidak ada lagi yang mampu mempergunakan buku-buku tersebut ataupun keturunan Wakif terputus. Dalam keadaan seperti ini, harta wakaf berpindah untuk keluarga Wakif yang lebih jauh ataupun digunakan untuk umum.
Namun di beberapa negara Arab, jenis wakaf ini telah dihapuskan karena banyak masalah yang terjadi dalam wakaf ini.
b) Wakaf kebajikan (waqf al-khairi)
Wakaf kebajikan adalah wakaf yang semestinya diberikan untuk amal kebajikan, seperti wakaf tanah untuk kegunaan rumah sakit atau madrasah (Wahbah al-Zuhaili: 8/161). Wakaf jenis ini dianjurkan dalam Islam karena ia ditujukan untuk kepentingan umum atau orang umum. Pahala wakaf kebajikan akan diterima terus oleh Wakif walaupun ia sudah meninggal dunia karena manfaat dari harta wakafnya bisa dinikmati secara umum oleh masyarakat.
Wakaf kebajikan ini bisa digunakan sebagai salah satu sumber investasi untuk pembangunan ekonomi umat, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan lainnya. Hal ini karena harta wakaf jenis ini dapat dijadikan modal pembangunan sehingga dapat tercapai kesejahteraan masyarakat.
c) Wakaf campuran (waqf al-musytarak)
Wakaf ini merupakan campuran antara wakaf keluarga (waqf al-ahli) dan wakaf kebajikan (waqf al-khairi). Ia berlaku apabila Wakif mewakafkan sebahagian hartanya untuk kebajikan dan sebahagian lagi untuk individu tertentu. Dari segi manfaatnya, ia berdasarkan kepada kadar yang telah ditetapkan oleh Wakif. Di antara contohnya adalah wakaf tanah pertanian yang sebagian dari hasil tanah tersebut diberikan untuk anak-cucu dan sebagian yang lain diberikan untuk kepentingan umum.
Wakaf jenis ini telah menimbulkan masalah perpecahan harta yang dapat melahirkan kerusakan pada harta wakaf tersebut. Setiap bagian wakaf akan mengambil posisi dan hukum tersendiri, baik sebagai wakaf keluarga (waqf al-ahli) atau wakaf kebajikan (waqf al-khairi).
d) Wakaf patungan
Wakaf patungan (di Malaysia disebut wakaf kaki) adalah mewakafkan harta untuk tujuhan kebajikan dengan cara pengurus wakaf (Nazhir) membeli semua harta dan Wakif membayar harga ukuran tertentu yang diinginkan, atau dengan kata lain mewakafkan tanah menurut kemampuan secara bersama-sama (Kamaruddin Ngah: 84).
Wakaf jenis ini banyak diamalkan di Asia, karena wakaf patungan merupakan usaha yang bertujuan untuk memperbanyak tanah wakaf. Di samping itu ia bertujuan agar ajaran wakaf dapat dilaksanakan oleh setiap Muslim. Ia tidak hanya diamalkan oleh orang kaya yang mempunyai banyak tanah saja, namun ia juga dapat diamalkan oleh orang yang mempunyai pendapatan kecil dengan cara membeli tanah dengan kemampuan yang dimiliki melalui sistem wakaf patungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar